by

Kolik Pada Bayi Berbahaykah?

KOLIK PADA BAYI Kolik adalah nyeri yang terjadi pada organ yang berbentuk seperti tabung, seringkali disebabkan karena organ tersebut terpelintir, tersumbat atau mengalami kejang. Kolik dapat terjadi pada usus, saluran empeduatau saluran kemih.

Pada bayi kolik terjadi pada usus dan lebih sering menyerang bayi yang berumur antara 3 minggu hingga 5 bulan. Pada bayi premature kolik ini dapat terjadi 6-8 mingu dari waktu yang seharusnya Anda melahirkan dia secara normal.

Kolik pada bayi ditandai dengan tangisan yang terus menerus. Meskipun menangis merupakn salah satu cara bayi berkomunikasi dengan orang lain, namun bayi yang sedang mengalami kolik mempunyai tangisan yang berbeda.

Tangisan bayi kolik adalah tangisan yang berlebihan tanpa sebab yang pasti. Tangisan mereka bukan pertanda mereka lapar, haus, sakit,butuh dipeluk atau butuh digendong. Tangisan merka juga bukan terjadi karena anda telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu kepada dia.


Meskipun demikian jika ditangani dengan benar kolik dapat menjadi problem yang menyulitkan dan melelahkan, baikbagi anda maupun bayi anda. Pada bayi prematur yang biasanya tenang dan banyak tidur tiba-tiba menjadi rewel. Namun tidak perlu terlalu kawatir karena kolik juga bisa menjadi tanda bahwa dia bertambah matang.

TANDA & GEJALA

Bayi menangis terus menerus, bisa lebih dari 15 menit, dan lebih sering pada sore hari menjelang matahari tenggelam atau di malam hari. (Orang dulu sering menganggap “setan lewat menjelang magrib” makanya dia menangis terus.


Tangisan muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, dan akan berhenti dengan sendirinya setelah bayi kentur atau buang air besar.


Bayi mengangkat kakinya ke arah perut, jarinya mengepal sambil memukul-mukulnya ke udara dan terlihat sangat kesakitan.


Perut tersa kencang


Tangisnnya terdengar lkuat, kencang dan tidak dapat ditenangkan dengan menyusui, member empeng atau menggendongnya.


Wajah terlihat merah karena menangis terus menerus.

PENYEBAB

Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun berkaitan erat dengan factor-faktor berikut:

Alergi atau intoleransi dengan susu sapi: Bayi tidak mempunyai enzim dalam jumlah cukup untuk mencernakan komponen gula susu, sehingga terbentuk gas yang berlebihan dalam usus. Anda dapat mengganti susu formula dengan susu yang komponen proteinnya telah mengalamipencernaan sebelumnya (Nan-HA, Isomil), susu dengan kadar laktosa rendah (Pediasure, Pepti junior) atau susu kedelai (Nutrilon soya, Nursoy). Jika bayi anada termasuk bayi yang cepat menghabiskan susu botol, pilihlah dot yang lubangnya lebih kecil.
Sistem pencernaan yang belum sempurnaa pada bayi premature menyebabkan kontraksi usus yang terlalu kuat.
Meningkatnya jumlah gas dalam saluran pencernaan akibat bayi terlalu banyak menangis


Makanan Ibu yang sedang menyusui: untuk sementara sebaiknya hindari susu atau produk susu (keju, yoghurt)

PERAWATANDIRI SENDIRI

Cobalah susi bayi anda atau sodorkan susu botol. Kadang kadang bayi mengalami kolik karena lapar. Anda tidak perlu kuatir bayi anada akankekenyangan karena bayi umumnya akan menyemburkan/memuntahkan apa yang tidak ia butuhkan.

Sodorkan empeng untuk menenangkan, karena kadang-kadang bayi mempunyai kebutuhan mendesak untuk menghisap sesuatu sebagai upaya untuk menenangkan diri sendiri.

Berikan airputih atau cairan elektrolit (Pedialyte, Pharolit) untukmembantu menenangkan si bayi.

Peluklah bayi anda, baringkan tengkurap lalu mengayun lutut anda secara lembut, atau gendong sambildi ayun ayun. Namun jangan selimuti bayi anda dengan selimut tebal karena kepanasan dan akan menjadi rewel .

Ajaklah bayi anda berjalan-jalan atau naik kendaraan berkeliling kompleks perumahan. Bayi umumnya lebih mudah ditenangkan jika dia terus berada dalam kondisi bergerak.

Teruslah bersenandung karena itu dapat menenangkan bayi maupun anda sendiri.

Oleskan minyak telon ke perut bayi dan pijat dengan lembut. OBAT-OBATAN Anda dapat mencoba memberikan produk gripe Water yang mengandung jahe untuk membantu mengurangi gas di saluran pencernaan.

Jika masih berlanjut konsultasilah dengan dokter anak anda.

Berita07.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed